Kita tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk sekedar men-refresh diri kita. Bagi masyarakat yang tinggal sepanjang wilayah Kabupaten Buleleng perlu sadar bahwa Kabupaten Buleleng adalah Kabupaten yang memiliki cukup banyak objek wisata yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, misalnya; tracking, kemah, memancing,
berenang, dan lain-lain. Terdapat di berbagai pelosok desa jika anda ingin merasakan tempat rekreasi tersebut. Salah satu tempat dimana anda bisa menikmati kesegaran air berada di sebuah desa yang bernama Desa Les.
Desa Les adalah sebuah desa di bagian timur Kabupaten Buleleng yang tepatnya berada di Kecamatan Tejakula. Dengan jumlah penduduk keseluruhan 6453 jiwa yang terdiri dari 3741 orang laki-laki dan 3712 orang perempuan. Desa ini berdiri pada 250 meter diatas permukaan laut. Ini menjadikan desa ini memiliki temperatur hangat karena letaknya sangat dekat dengan lautan.. Meskipun desa ini memiliki temperatur hangat, tetapi jika anda menyentuh air disana, anda akan merasakan kesegaran air tersebut. Bahkan bisa dibilang cukup dingin temperatur air tersebut. Muncul pertanyaan dalam diri. Mengapa bisa seperti itu? Ini dikarenakan oleh letak desa ini yang sangat dekat dengan bebukitan di sepanjang selatannya. Sumber mata air yang datang langsung dari bebukitan tersebut menyebabkan kesegaran air disana masih terjaga kesegarannya. Bicara soal mata air, Desa les memiliki sumber mata air yang juga menjadikan nilai lebih dari desa ini. Air terjun, adalah tempat yang selalu dicari siapapun yang ingin menikmati indahnya panorama alam. Air terjun di Desa Les ini sudah dikenal dari dulu baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Meskipun tidak terlalu diketahui seperti Gitgit, tetapi, air terjun ini memiliki potensi yang sangat indah. Air terjun ini dinamai dengan nama Yeh Mampeh.
Air Terjun Yeh mampeh ini memiliki ketinggian sekitar ± 20 meter. Dan terdiri dari beberapa tingkatan. Namun yang sering di kunjungi adalah air terjun yang berada paling bawah karena akses untuk mencapainya sangat mudah. Dari jalan utama Singaraja – Amlapura, lokasi air terjun ini berjarak 2 Km. Jalan menuju kesana dapat dilalui dengan menggunakan mobil. Tetapi, kendaraan akan di parkir di dekat sebuah pura yang bernama Pura Empelan. Pura ini ada karena sebagian besar penduduk di desa ini memiliki profesi sebagai petani. Dari Parkiran Pura ini, kita bisa melanjutkan perjalanan menuju air terjun dengan berjalan kaki. Kita juga dapat menggunakan sepeda motor karena jalan setapak yang ada sudah di semen sedemikian rupa sehingga mudah untuk dilalui. Akan tetapi, untuk menikmati perjalanan sebaiknya kita berjalan kaki karena mampu mengurangi polusi udara. Sepanjang perjalanan, kita akan melihat perkebunan milik warga. Pada musim penghujan, suasana terlihat sangat hijau. Pohon-pohon dan tanaman menghiasi sepanjang perjalanan. Saat musim kemarau, semuanya akan terlihat menguning karena kondisi alam yang bertanah keras (paras ). Selain itu, sepanjang perjalanan kita juga akan menikmati suara indah sang burung yang hinggap di pepohonan dan juga suara air yang mengaliri sungai disana. Tebing-tebing bebukitan disepanjang jalan setapak mencerminkan indahnya alam di desa ini. Anda bisa beristirahat di sebuah warung kecil yang berada disana anda bisa menikmati nikmatnya es kelapa muda yang bisa memberikan kembali energi anda untuk melanjutkan perjalanan menuju air terjunYeh Mampeh.
Sekitar 15 menit dari tempat beristirahat, sampailah anda di tempat yang ingin anda tuju yaitu air terjun Yeh Mampeh. Suasana segar yang di persembahkan oleh air terjun yang melunjur deras dari atas tebing, menyambut kedatangan anda untuk menikmati indahnya panorama Yeh Mampeh. Air yang mengaliri sungai sekitar air terjun terlihat segar dan sungguh sangat alami, akan menambah gairah anda untuk mandi di bawah air terjun. Biasanya, anak-anak di desa Les ini, senang berenang disungai dekat air terjun. Sambil mencari udang dan ikan di celah-celah batu sungai. Disebelah utara air terjun di buatkan sebuah pelinggih yang berfungsi sebagai tempat sembahyang bagi pengunjung.
Apabila anda datang di waktu galungan, tepatnya pada rahina Umanis Galungan anda akan melihat keramaian di sekitar air terjun. Banyak pengunjung yang datang baik dari dalam desa ataupun luar desa Les sendiri. Mereka datang untuk menikmati kesejukan air di sana ataupun hanya untuk bercanda gurau bersama kawan lama yang kebetulan pulang kampung. Beberapa pedagang juga berjualan disana dengan beberapa jenis makanan dan minuman. Tapi jika anda ingin menikmati suasana yang sepi, anda sebaiknya datang selain hari raya Galungan dan Kuningan agar lebih menikmati kesegaran alam disana.
Pemerintah di desa Les menggalangkan gerakan untuk memajukan nama dari Air Terjun ini sendiri. Dimulai dari perbaikan infrastruktur jalan yang dulunya tanah dan bebatuan menjadi sebuah jalan yang lebih nyaman dan mudah untuk dilalui para pengguna jalan menuju Yeh Mampeh. Dana yang digunakan berasal dari pemerintah sendiri dan juga dari sumbangan para turis lokal maupun mancanegara yang datang ketempat ini. Mereka biasanya menulis pesan dan kesan setelah mereka berkunjung kesana dalam sebuah buku yang berbentuk buku tamu. Mereka menyumbangkan dananya berkisaran 20 – 100 ribu rupiah. Tidak begitu banyak memang, tetapi jika pempublikasian akan tempat wisata seperti Yeh Mampeh ini lebih di tingkatkan, niscaya dana 20 ribu akan terkumpul banyak dan akan sangat membantu pembangunan infrastruktur yang lebih baik agar dapat lebih menarik wisatawan untuk datang.
Sebagai masyarakat yang hidup di tengah-tengah wilayah yang memiliki cukup banyak aset budaya dan alam, sudah seharusnyalah mempertahankan dan mengembangkan hal yang berharga itu. Dimulai dengan hal yang paling sederhana sampai hal yang memang membutuhkan kerja keras bersama antara Pemerintah dan warga sekitarnya. Dengan kerjasama yang dibarengi kerja keras bersama, akan sangat mempengaruhi citra dan pengembangan aset budaya dan alam yang mampu memberikan warna dalam kehidupan kita sebagai masyarakat Buleleng.





